Kamis, 17 Januari 2008

Bencana Alam dan Perubahan Sosial

tanggapan untuk bapak Zainul Arifin
Salam kenal Bapak Zainul, saya masih tetap mengajar. Tentang berbagai bencana yang menimpa kita,termasuk daerah saya yang berkalang lumpur termahal di dunia karena mengandung gas, banjir, longsor, angin puting beliung, dan jangan lupa pak, kolapsnya mantan presiden Soeharto juga bencana bagi bangsa Indonesia. Secara sosiologis memang berbagai bencana alam mengakibatkan perubahan sosial. Perubahan-perubahan tersebut terkait perubahan budaya dan sosial masyarakat terdampak langsung. Di daerah saya, sawah ladang sebagai sumber pendapatan masyarakat tenggelam. Rumah-rumah tenggalam. bersamaan dengan itu tenggelam pula mata pencaharian, ikatan-ikatan sosial, dan bubrahnya struktur masyarakat wilayah terdampak. Bapak tahu bahwa tetangga saya, bahkan saudara-saudara saya, berpisah terpencar semburat ke mana-mana. Ikatan persaudaran dan sosial menjadi berubah. Kedekatan fisik menjadi jauh oleh lokasi rumah yang kini terpencar. relasi sosial menjadi sama sekali baru karena berubahnya alam, tempat tinggal, mata pencaharian, dan beban psikologis yang tak tertanggungkan.
Lalu bagaimana kita bersikap? Ya semua kita jalani dan mencoba menata diri dan keluarga dan kalau mampu membantu masyarakat yang terdampak. Kita dampingi mereka menjalani proses panjang perubahan tersebut. Bukankah kita telah mengalami setiap episode kehidupan kita dari bayi, kanak-kanak, remaja, hingga dewasa penuh dengan tantangan perubahan. Tetapi untungnya kita menjalani proses perubahan itu dengan dampingan dan bimbingan ayah, ibu, dan handai taulan keluarga kita. Sehingga mereka dapat memastikan bahwa perubahan yang kita jalani tetap dalam perubahan yang konstruktif. Dan yang terpenting adalah sudut pandang kita dalam menyikapi setiap bencana yang kita hadapi. Kadang hidup ini terasa begitu indah meski berkalang lumpur ketika sudut pandang kita geser sedikit ke arah "kanan- atas" dan bukan terus-terusan termangu ke arah "kiri-bawah".
Selanjutnya, di atas tadi sedikit disinggung tentang kolapsnya mantan presiden-penguasa orde baru yang terkapar di RSPP. Saban pagi saya penasaran untuk terus memantau perkembangan kesehatan beliau. Di TV dan koran bahkan internet saya selalu memburu berita beliau. Ada dua perasaan dan pertanyaan dalam hati ketika saya menyalakan tv dan membuka lembaran koran: Sudah selesai atau sembuh?
Bagaimana menurut anda? minggu depan kita coba diskusikan lagi tentang mantan penguasa orde baru ini.
Salam.
Semuanya benar-benar berubah. Lho...kok malah curhat sih...maaf pak Zainul. Orang baru kenal malah diberi beban perasaan dan pikiran...tetapi saya sangat senang pak Zainul menanyakan kabar saya (Sidoarjo)

Tidak ada komentar: